+62 251 8654347

SMAN 2 Cibinong News & Update

Berita, Informasi dan Artikel SMAN 2 Cibinong - Bogor

8

Nov, 2018

UKBM SMAVO RAIH EXELLENT

Oleh: | Label: | Komentar: 0

Untitled

 

Beri Predikat: Tim Akrediatasi SKS Kemendikbud (batik) menyerahkan nilai akreditasi pelaksanaan SKS Kepada Kepala Sekolah SMAN 2 Cibinong di SMAVO, kemarin

 

UKBM SMAVO RAIH EXELLENT

CIBINONG – SMAN 2 Cibinong mendapatkan predikat sangat baik atau excellent untuk pelaksanaan program Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) yang menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Kepala SMAN 2 Cibinong, Bambang Supriyadi menerangkan, selama dua hari Senin-Selasa (5-6/11) penilaian berlangsung dari Kemendikbud. “Dari hasil visitasi, jajaran manajemen, terus sosialisasi ke orang tua dan siswa baik guru maupun komite sekolah sudah dilaksanakan, dan tim verifikasi menilai dari produk UKBM, untuk nanti pembelajaran kepada siswa, dari sekian banyak mata pelajaran yang ada, rata-rata nilainya 92 atau A dengan hasil akreditasi  dinyatakan Exellent “ beber Bambang.

Yang artinya, sambung Bambang, baik sekali untuk melanjutkan program UKBM. Lewat program UKBM ini akan memungkinkan siswa untuk lulus hanya dalam waktu dua tahun saja” Yang mengajukan kontrak di awal bisa lulus dua tahun “ katanya.

Bambang melanjutkan, kelanjutan akreditasi ini akan didapatkan surat atau sertifikat bahwa SMAN 2 Cibinong atau di kenal SMAVO dinyatakan sangat baik menjalankan sistem SKS dengan segala persyaratan yang ada di dalamnya, “sudah layak dan konsekuensinya anak-anak bisa lulus dua tahun. Waktu itu saya sosialisasi ke orang tua, sekolah, dua tahun pembayarannya tetap dua tahun,” cetusnya.

Sistem UKBM ini hanya berlaku khusus untuk kelas X, sedangkan kelas XI dan XII masih menggunakan Kurtilas “kalau UKBM yang di tentukan dalam satu semester selesai  dalam tiga bulan, siswa bisa ikut ujian semester. Nanti kalau bisa melewati standar nilai yang ditentukan, dia bisa melanjutkan untuk menempuh UKBM selanjutnya.” Tegasnya.

Berbeda dengan system SKS di Perguruan Tinggi. Pembelajaran siswa tetap berada di kelas yang sama, baik yang sudah menuntaskan ujian semester ataupun yang belum.

Dengan sistem ini, siswa akan  belajar mandiri hingga 60 persen dari total pembelajaran. Sisanya 40 persen dilakukan tatap muka dengan guru.

“Dalam satu kelas ya satu guru, tapi ada dua pelayanan yang diberikan guru, karena ada 2 jenis siswanya,” ungkapnya. Dalam 6 semester ada 260 SKS yang harus dituntaskan siswa. Dengan 17 mata pelajaran atau 44 SKS per semester, sehingga jika 260 SKS di tuntaskan dalam dua tahun maka siswa dianggap menyelesaikan pendidikannya.

“Untuk anak yang cerdas ya memang mudah, tapi sistem ini tidak memaksakan siswa. Jadi tidak ada kenaikan kelas, adanya kenaikan semester,” tandasnya.