+62 251 8654347

SMAN 2 Cibinong News & Update

Berita, Informasi dan Artikel SMAN 2 Cibinong - Bogor

Jambore Internasional (Pramuka)

Oleh: | Label: , | Komentar: 0

SALAM PRAMUKA…

Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejahtera

Nama saya Shareeva Putri Ardia Muharam, Siswi dari R – SMAN – BI 2 Cibinong, anggota pramuka  gugus depan 19.266 dengan ambalan HJ. Rassunasaid.  Peserta Jamboree Pramuka Dunia  ke- 22  yang diadakan di Rinkaby, Kristianstad Swedia. Utusan dari Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kontingen Indonesia. Pasukan Melati 1 regu 2.

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, setelah saya mengikuti Jamboree Pramuka Asia – Pacific  ke 26 tahun 2009 yang diadakan di Filipina, saya sangat mencita – citakan dapat mengikuti jamboree dunia yang akan diadakan di Swedia yang jatuh pada tahun 2011. Memasuki pertengahan 2010, saya memulai usaha saya agar dapat mengikuti jamboree tersebut, dengan meminta rekomendasi dari sekolah saya yaitu R – SMAN – BI 2 Cibinong, dari Kwarran, Kwarcab, dan Kwarda Jabar, serta mencari sponsor yang berkenan mendanai saya untuk mengikuti jamboree dunia.

Allah mendengar doa saya. Dengan dukungan penuh dari Kepala Sekolah R – SMAN – BI 2 Cibinong yaitu Dra. Hj. Zuraidah. MM, serta rekomendasi yang diberikan oleh Kwarran Cibinong, Kwarcab Kabupaten Bogor, Kwarda Jawa Barat dan dukungan materi dari PT. Aneka Tambang yang mendanai keberangkatan saya, berangkatlah saya ke jamboree dunia. Puji syukur kepada Allah SWT dan terima kasih bagi semua pihak yang telah memberikan support yang sangat besar terhadap saya.

Pada tanggal 20 Juli 2011, saya beserta utusan dari Jawa Barat yang berjumlah 27 orang dilepas oleh Ka Kwarda yaitu Ka Dede Yusuf. Beliau juga memberikan sedikit pesan – pesan, diantaranya yaitu agar kita semua menjadi pramuka yang bermartabat, membawa budaya Jawa Barat khususnya angklung  ke dunia internasional, kita juga bisa menjadi display bagi dunia internasional.

Keesokkan harinya, saya masuk karantina di cibubur bersama dengan utusan dari Jawa Barat dan utusan – utusan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang berjumlah sekitar  191 orang. Di Cibubur kami diajarkan berbaur dengan utusan dari daerah lain dan juga mendapatkan banyak wawasan tentang apa itu Swedia, materi tentang kepramukaan, materi tentang hubungan internasional, serta pembagian regu dan pasukan kami. Karantina ini berlangsung sekitar  4 hari yaitu dari tanggal 21 Juli 2011 – 24 juli 2011.

Pada tanggal 22 Juli 2011, saya dan juga kontingen Indonesia lainnya yang berjumlah 191 orang tersebut dilepas oleh  Ka Mabinas yang juga Presiden Republik Indonesia yaitu Ka Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta. Dalam pidato pelepasan Presiden berpesan : (1) Jadilah duta Indonesia yang baik; (2) Perbanyak teman dan jalin persahabatan; (3) Jagalah kesehatan. Tak terkira rasa haru dan bangga memenuhi dada kami semua yang baru pertama kali mencium tangan Bapak Presiden.

Akhirnya, pada tanggal 25 Juli 2011 kami yaitu kloter kedua, berangkat menggunakan maskapai ThaiAirways yang dipimpin oleh ketua kontingen sendiri yaitu Ka Brata Tryana Hardjosubroto. Kami transit di bandara internasional Svanabhumi, Bangkok, Thailand sekitar 10 jam lamanya. Kemudian kami melanjutkan kembali menuju Copenhagen, Denmark. Tanggal 26 Juli 2011 pukul 7 pagi waktu Denmark kami tiba di Copenhagen. Kami pun langsung diarahkan keluar dari bandara tersebut menuju ketempat bis yang akan mengantarkan kami ke Kristianstad. Sebelum berangkat, kami menyempatkan untuk berfoto bersama kloter kedua didepan terminal 3 Copenhagen Airport. Setelah itu, kami pun berangkat menuju Kristianstad, Swedia yang kurang lebih 2 jam lamanya, kami diantarkan ke sport hall untuk bermalam disana dikarenakan arena campingnya belum resmi dibuka.

Keesokkan harinya, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Rinkaby. Sesampainya di Rinkaby, kami harus berjalan lagi sekitar 2 km jauhnya karena itu telah memasuki kawasan yang kendaraan besar tidak dapat masuk. Akhirnya, kami pun sampai di arena camping, kami melihat banyak sekali peserta dari Negara lain yang telah datang. Saya dan pasukan melati 1 bertempat di subcamp Summer, Stockholm. Sesampainya di tempat, kami pun beristirahat sebentar dan langsung melanjutkan membangun tenda dan yang lainnya. Selesai itu, kami pun langsung memasak untuk makan malam dan beristirahat untuk menyambut hari esok.

Itu adalah tanggal 28 Juli 2011, hari dimana opening ceremony diadakan. Sayangnya, dari pagi hari itu terus diguyur dengan hujan. Opening ceremony pun dimulai pukul 9 malam. Disitu saya merasakan satu kebanggaan yang sangat luar biasa yaitu menjadi salah satu pramuka Indonesia yang berkesempatan berada di event internasional yang dihadiri 160 negara dan sekitar 400 ribu anggota pramuka dunia dan saya berada ditengah – tengahnya. Perasaan yang tidak dapat saya gambarkan dan ungkapkan disini, just felt like my chest will be blow out cause I’m so proud standing among the crowd. Saya menangis dan hanya bisa berkata “ I made it, saya berhasil sampai disini “ even I still cannot believe myself that I made it. Dan ini adalah Jamboree Dunia yang pertama dan terakhir buat saya sebagai peserta.

Keesokkan harinya, kegiatan – kegiatan mengasyikan di Jamboree pun dimulai. Hari itu tanggal 29 Juli 2011, hari pertama kami melakukan kegiatan. Dan kegiatan pertama kami ialah `People‘, yaitu kegiatan yang berisikan Qi Gong ( yaitu senam untuk merefreshkan diri ), Craft Village ( yaitu kegiatan untuk kita mengekspresikan kreativitas kita ), Rafla-Rafla ( semacam game untuk mendekatkan diri dengan peserta lainnya ) dan yang terakhir City Stage ( pertunjukkan pnggung untuk hiburan ). Setelah itu, saya mengikuti suatu game yang bernama `Friendship Award’, yaitu games yang bertujuan untuk mendekatkan peserta dari Negara yang berbeda. Manfaat yang dapat saya ambil dari permainan itu ialah saya mendapatkan teman baru dari Negara lain dan juga dapat mengetahui karakter orang tersebut serta budaya mereka.

Tanggal 30 Juli 2011, kami mngikuti kegiatan yang bernama `Quest’  yaitu kegiatan yang penuh dengan berbagai games, mencari jalan keluar dari hutan, dan juga outbond. Pelajaran yang dapat saya ambil dari kegiatan hari itu ialah kekompakkan satu regu, pengetahuan tentang alam luar pun bertambah, melatih kesabaran dan juga fisik, serta yang terpenting mendapatkan teman-teman baru.pada hari itu, dilaksanakan juga acara `Indonesian Day’ yaitu acara yang bertujuan untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia luar. Banyak tamu penting dalam acara tersebut, yaitu Ka Azrul Azwar ( Ketua Kwarnas ) beserta istri, Ka Andi Malaranggeng ( Menteri Pemuda dan Olahraga ), Ka Simon Rhee ( Ketua Komite Pramuka Sedunia ), dan tamu penting lainnya. Acara tersebut memperkenalkan makanan-makan khas Indonesia, mempertunjukkan seni-seni Indonesia seperti Angklung, Tari Saman, dan Reog Ponorogo, serta mempetunjukkan baju-baju khas Indonesia.

Hari berikutnya, tanggal 31 Juli 2011, kegiatan hari itu ialah `Earth’. Kegiatan tersebut terbagi menjadi 4 bagian, yaitu Soil ( melakukan eksperimen dengan beberapa jenis tanah dan juga air ), Water ( mempelajari bagaimana membuat tata kota yang baik dengan aliran air yang tidak tercemar oleh limbah pabrik dan juga mengurangi terjadinya erosi ), Oxygen ( membuat poster tentang salah satu issue lingkungan di Negara kita dan juga memberikan solusinya ), dan yang terakhir ialah Wind (kita disuruh membuat baling-baling dari barang-barang yang sudah tidak terpakai ). Banyak sekali manfaat yang dapat saya ambil dari kegiatan hari itu, yaitu pengetahuan saya bertambah, membuat saya semakin sadar dengan apa yang harus saya lakukan kedepannya, dan juga merubah cara berpikir saya yang selama ini saya pakai.

Keesokkan harinya, tanggal 01 Agustus 2011, hari pertama dimana seluruh umat muslim mejalankan ibadah puasa.  Tetapi kegiatan tetap berlangsung seperti biasa. Dan kegiatan hari itu ialah `Camp in Camp’, yaitu kegiatan dimana kita harus mengikuti perkemahan lain yang diselenggarakan oleh pramuka Swedia ditempat yang cukup jauh dari tempat dimana kita berkemah saat itu. Banyak kegiatan yang kami lakukan dalam Camp in Camp ini, seperti games yang mengandung banyak pengetahuan, kegiatan air atau lebih tepatnya mendayung, dan juga api unggun, serta berbaur dengan peserta dari Negara lain. Pelajaran yang dapat saya ambil ialah menambah pengetahuan saya tentang Swedia dan juga pramukanya, juga pengetahuan saya tentang Negara-negara lain, menambah wawasan saya tentang alam luar.

Tanggal 02 Agustus 2011, kami pulang dari kegiatan Camp in Camp, kembali ke tempat dimana kami berkemah. Setelah itu, saya diutus untuk mengikuti kegiatan `Jamboree Forum’, yaitu kegiatan untuk belajar dan terlibat dalam sebuah diskusi dengan orang-orang dari seluruh dunia tentang integration and diversity (persamaan dan perbedaan). Saat itu, saya satu kelompok diskusi dengan peserta dari Italy dan Swedia. Banyak hal yang dapat saya pelajari dari kegiatan yang satu ini, yaitu mempelajari tentang orang lain baik opininya maupun budayanya, menambah kemampuan pendengaran , pemahaman dan penanggapan saya tentang orng lain, belajar berdiskusi dengan orang yang pendapatnya sangat berbeda dengan kita dan belajar bagaimana menghadapinya, dan masih banyak lagi. Di hari yang sama, kami mendapatkan kegiatan `Dream’, yaitu kegiatan malam dimana kita seperti dibuat melewati lingkaran kehidupan manusia dimulai dari kematian kita, masa tua, masa dewasa, masa remaja, anak-anak, dan bayi. Manfaat yang dapat saya ambil dari kegiatan ini ialah saya dapat melihat kehidupan itu dari perspektif yang baru, mempelajari sedikit tentang diri saya sendiri, menjadi tahu apa yang harus saya lakukan kedepannya untuk masa depan saya, dan belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi dari sekarang.

Hari itu adalah tanggal 03 Agustus 2011, kegiatan kami hari ini ialah `FREE TIME’ saya melewatkan hari itu dengan mencari teman dari Negara lain sebanyak – banyaknya dan juga mengunjungi stand – stand yang menunjukkan kebudayaan Negara – Negara yang menjadi peserta dalam Jamboree Dunia ini.

Pada tanggal 04 Agustus 2011, kegiatan kami hari itu ialah game dan cultural festival day. Saya berjalan – jalan mengunjungi tenda – tenda Negara lain untuk mengetahui baju adat dan makanan khas dari Negara mereka dan karnaval.

Keesokkan harinya, tanggal 05 Agustus 2011, kegiatan kami adalah Global Development Village. Disana kami mendapatkan pembelajaran mengenai air dan lingkungan sekitar kita. Kami pun memainkan sebuah permainan yang memuat pertanyaan – pertanyaan seputar pramuka dan lingkungan kita. Dihari itu, untuk kedua kalinya, saya ikut serta dalam kegiatan Jamboree Forum dengan topik Faith and Beliefs bersama peserta dari Negara lain.

Hari berikutnya adalah tanggal 06 Agustus 2011, kami satu kontingen Indonesia foto bersama didepan pintu masuk Rinkaby. Malamnya detik – detik terakhir bagi kami menjadi peserta Jamboree Dunia ini, karena sudah saatnya mengakhiri kegiatan ini dengan Closing Ceremony.

Tanggal 07 Agustus 2011, kami pergi meninggalkan Rinkaby menuju Copenhagen. Di Copenhagen, kami diundang oleh Kedutaan Besar Indonesia untuk Denmark dan disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Denmark.  Dan kami diberikan banyak nasehat serta petuah yang kami sangat yakin akan sangat bermanfaat bagi kami untuk kedepannya.

Saya menuliskan jurnal ini untuk menambah semangat, berbagi pengalaman, inspirasi dan pelajaran – pelajaran yang saya dapatkan selama saya mengikuti kegiatan Jamboree ini untuk semua anggota – anggota Pramuka khususnya serta kawula muda dan masyarakat luas pada umumnya. Karena dengan kegiatan – kegiatan pramuka yang diselenggarakan secara lokal ataupun intenasional memberikan saya ilmu yang sangat besar dan bermanfaat untuk saya ,baik untuk saat ini maupun masa depan serta mendapatkan wawasan yang sangat luas, baik itu mengenai dalam negeri maupun luar negeri. Dengan pengalaman – pengalaman yang saya dapatkan ini, saya berharap dapat mengapresiasikan secara nyata semua hal bermanfat yang saya dapatkan kepada sekolah saya dan daerah saya.

Saya mengharapkan anak – anak Pramuka dan anak – anak Indonesia pada khususnya dapat menjadi insan yang berkarakter baik, berkualitas, bermartabat, dan berguna bagi bangsa dan negaranya.